Dasar-Dasar Logika (Sub bahasan : Macam-Macam Proposisi

PROPOSISI
 Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat dinilai benar salahnya.
 Proposisi merupakan unit terkecil dari pemikiran yang mengandung maksud sempurna.
 Semua pernyataan pikiran yang mengungkapkan keinginan, dan kehendak tidak dapat dinilai benar dan salahnya bukanlah proposisi.
Bagaimana menilai benar atau salah suatu proposisi ?
Proposisi menurut sumbernya : proposisi analitik dan proposisi sintetik
1. P. Analitik/P. apriori : Proposisi dimana P mempunyai pengertian yg sdh terkandung pada S.
pada proposisi ini tidak menghadirkan pengertian baru
- Mangga adalah buah-buahan, Kuda adalah hewan, Ayah adalah orang laki-
laki.
Untuk menilai benar salahnya : hrs dilihat ada tidaknya pertentangan dlm diri pernyataan itu.
2. Proposisi sintetik : Proposisi P mempunyai pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subyeknya.
Contoh : Pepaya ini manis
Beckham adalah orang kaya
Siswa itu pintar
Gadis itu cantik
kata manis, kaya, pintar dan cantik merupakan pengetahuan baru yang didapat melalui pengalaman.
Proposisi sintetik : merupakan lukisan dari kenyataan emperik shg pengujiannya adalah berdasarkan sesuai tidaknya dengan kenyataan emperiknya. Karena itu disebut juga proposisi a posteriori.
Proposisi menurut Bentuknya : P. Kategorik, Proposisi Hipotetik dan P. Disyungtif
1. P. Kategorik : mengandung pernyataan tanpa ada syarat.
- Hasan sedang sakit
- Ibu ke pasar
- Mahasiswa semester III sedang ujian
Proposisi kategorik sederhana : -1 subyek,1 predikat, 1kopula, dan 1 quantifier.
contoh : Sebagian manusia adalah mahasiswa
q s k p
Quantifier : permasalahan – Universal : semua, seluruh, segenap, setiap, tak satupun.

Contoh proposisi :
Universal : Semua mahluk hidup membutuhkan makan
Partikuler : Sebagian manusia adalah pekerja pabrik
Singular : Seorang yang bernama Yudi adalah seorang mahasiswa
(Proposisi tsb. Bisa dinyatakan tanpa Q tanpa mengubah kuantitas proposisinya)
KOPULA : KATA YG MENEGASKAN HUBUNGAN TERM SUBYEK DAN TERM PREDIKAT BAIK HUBUNGAN MENGIAKAN MAUPUN HUBUNGAN MENGINGKARI.
Bila Kopulanya : kata adalah : mengiakan ( kualitas proposisinya adalah positif)
kata “ tidak, bukan, atau tak “ berarti mengingkari ( kualitas proposisinya adalah negatif)
Hasan adalah dokter ( P. positif)
Udin bukan guru ( P. Negatif).
Quantifier : permasalahan – Universal : semua, seluruh, segenap, setiap, tak satupun.
(proposisi universal)
– Partikuler : sebagian, kebanyakan, beberapa, tidak semua, sebagian besar, hampir seluruh, rata-rata…
Singular : biasanya Q tidak dinyatakan
Contoh proposisi :
Universal : Semua mahluk hidup membutuhkan makan
Partikuler : Sebagian manusia adalah pekerja pabrik
Singular : Seorang yang bernama Yudi adalah seorang mahasiswa
(Proposisi tsb. Bisa dinyatakan tanpa Q tanpa mengubah kuantitas proposisinya)
KOPULA : KATA YG MENEGASKAN HUBUNGAN TERM SUBYEK DAN TERM PREDIKAT BAIK HUBUNGAN MENGIAKAN MAUPUN HUBUNGAN MENGINGKARI.
Bila Kopulanya : kata adalah : mengiakan ( kualitas proposisinya adalah positif)
kata “ tidak, bukan, atau tak “ berarti mengingkari ( kualitas proposisinya adalah negatif)
Hasan adalah dokter ( P. positif)
Udin bukan guru ( P. Negatif).

Berdasarkan kombinasi antara kuantitas dan kualitas proposisi maka dikenal enam macam proposisi :
1. Universal positif : Semua manusia akan mati (A)
2. Partikular positif : Sebagian manusia adalah birokrat (I)
3. Singular positif : Beckham adalah pemain sepak bola.(A)
4. Universal negatif : Semua kambing bukan kuda.(E)
5. Partikular negatif : Beberapa mahasiswa tidak lulus.(O)
6. Singular negatif : Siti bukan gadis pendengki.(E)

Berdasarkan kombinasi antara kuantitas dan kualitas proposisi maka dikenal enam macam proposisi :
1. Universal positif : Semua manusia akan mati (A)
2. Partikular positif : Sebagian manusia adalah birokrat (I)
3. Singular positif : Beckham adalah pemain sepak bola.(A)
4. Universal negatif : Semua kambing bukan kuda.(E)
5. Partikular negatif : Beberapa mahasiswa tidak lulus.(O)
6. Singular negatif : Siti bukan gadis pendengki.(E)

Berdasarkan kombinasi antara kuantitas dan kualitas proposisi maka dikenal enam macam proposisi :
1. Universal positif : Semua manusia akan mati (A)
2. Partikular positif : Sebagian manusia adalah birokrat (I)
3. Singular positif : Beckham adalah pemain sepak bola.(A)
4. Universal negatif : Semua kambing bukan kuda.(E)
5. Partikular negatif : Beberapa mahasiswa tidak lulus.(O)
6. Singular negatif : Siti bukan gadis pendengki.(E)

DISTRIBUSI
Distribusi berhubungan erat dengan pembahasan denotasi term subyek dan predikat, terutama sekali apakah term predikat apakah merangkum seluruh golongannya atau hanya sebagian saja.
Ada dua istilah : tertebar (distributed) dan tak-tertebar (undistributed).
Tertebar : bila ia melingkupi seluruh denotasinya.
Tak-tertebar : apa bila hanya menyebut sebagian denotasinya.
Proposisi Subyek Predikat
A (universal positiF) Tertebar Tak-tertebar
I (partikular positif) Tak-tertebar Tak-tertebar
E (Universal negatif) Tertebar Tertebar
O (partikular negatif) Tak-tertebar tertebar

A : Semua merpati adalah burung: Hasan adalah pemberani
I : Sebagian mahasiswa adalah malas; sebagian manusia adalah petani dst.
E : Semua kambing bukan kuda; semua patriot tidak penakut.
O: Sebagian mahasiswa tidak rajin.

Catatan :
Ada kalanya permasalahan A mempunyai S dan P yang sama-sama tertebar
Contoh : semua mahluk adalah ciptaan Tuhan
Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia.
Logika adalah ilmu yang membicarakan penalaran yang benar.
(semua definisi termasuk dalam kasus ini)

Proposisi Hipotetik
“ Jika permintaan bertambah maka harga akan naik”
Terdiri dari 2 proposisi kategorik : “Permintaan bertambah” dan “Harga akan naik”. (“Jika” dan “maka” adalah kopula).
“ Permintaan bertambah “ = sebab/anteceden.
“Harga akan naik” = akibat / konsekuen.

Catatan :
Antara sebab dan akibat dalam proposisi hipotetik :
mempunyai hubungan kebiasaan dan hubungan keharusan.
Hubungan kebiasaan :
Bila terjadi perang maka akan terjadi krisis ekonomi
Jika hujan turun, jalanan sepi
Manakala ia lulus ujian, ibunya akan bemberinya dia hadiah.
Hubungan keharusan :
Bila matahari terbenam, maka dunia menjadi senja.
Bila air menyiram badan, maka akan menjadi basah.

Proposisi Hipotetik
“ Jika permintaan bertambah maka harga akan naik”
Terdiri dari 2 proposisi kategorik : “Permintaan bertambah” dan “Harga akan naik”. (“Jika” dan “maka” adalah kopula).
“ Permintaan bertambah “ = sebab/anteceden.
“Harga akan naik” = akibat / konsekuen.
Catatan :
Antara sebab dan akibat dalam proposisi hipotetik :
mempunyai hubungan kebiasaan dan hubungan keharusan.
Hubungan kebiasaan :
Bila terjadi perang maka akan terjadi krisis ekonomi
Jika hujan turun, jalanan sepi
Manakala ia lulus ujian, ibunya akan bemberinya dia hadiah.
Hubungan keharusan :
Bila matahari terbenam, maka dunia menjadi senja.
Bila air menyiram badan, maka akan menjadi basah.

Catatan :
Antara sebab dan akibat dalam proposisi hipotetik :
mempunyai hubungan kebiasaan dan hubungan keharusan.
Hubungan kebiasaan :
Bila terjadi perang maka akan terjadi krisis ekonomi
Jika hujan turun, jalanan sepi
Manakala ia lulus ujian, ibunya akan bemberinya dia hadiah.
Hubungan keharusan :
Bila matahari terbenam, maka dunia menjadi senja.
Bila air menyiram badan, maka akan menjadi basah.

PROPOSISI DISYUNGTIF
 Pada hakekatnya juga terdiri dari dua buah proposisi kategorik.
 Contoh : “Jika tidak benar maka salah”
Terdiri dari : “Proposisi itu benar” dan “proposisi itu salah”
Kopula : “Jika” dan “maka” mengubah dua proposisi kategorik menjadi permasalahan diosyungtif.
Variasi kopula :
Hidup kalau tidak bahagia adalah susah
Putu di rumah atau di Kantor
Jika bukan Amir yang mengambil maka Hasan.

Apa perbedaan kopula pada P. Hipotetik dan Kopula Proposisi Disyungtif.
Kopula Hipotetik : menghubungkan sebab dan akibat.
Kopula Disyungtif : menghubungkan dua buah alternatif.
Proposisi Disyungtif : Disyungtif sempurna
Disyungtif tidak sempurna.
Disyungtif sempurna : mempunyai alternatif kontradiktif
Rumus : A mungkin B mungkin non B.
Contoh : Hendra berbaju merah, atau tidak berbaju merah.
Khadafi mungkin masih hidup, mungkin sudah mati.
Disyungtif tidak sempurna : alternatifnya tidak berbentuk kontradiktif.
Rumus : A mungkin B mungkin C.
Contoh : Hendra berbaju merah atau berbaju hijau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: